Berapa Lama IPAL Harus Dikuras? Simak Panduannya!


Author avatar
FNR
Berapa Lama IPAL Harus Dikuras? Simak Panduannya!

Tags:

ipal
kuras
sedot tinja
sludge level
sludge judge

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sebuah sistem yang dirancang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Sistem ini bekerja melalui serangkaian proses-mulai pemisahan padatan, pengolahan biologis, hingga penyaringan akhir-sebelum air limbah dilepaskan kembali ke lingkungan atau digunakan kembali. Tetapi sebaik apapun desain IPAL, sistem ini tetap membutuhkan perawatan berkala, salah satunya adalah pengurasan atau penyedotan lumpur (sludge). Seiring waktu, endapan lumpur (sludge) dari hasil pengolahan akan menumpuk di bak penampung (biasanya di bagian primary sedimentation tank atau anaerobic tank). Bila tidak dibersihkan secara rutin, volume lumpur akan meningkat sehingga mengurangi kapasitas efektif bak pengolahan dan menurunkan efisiensi kerja IPAL. Akibatnya kualitas efluen menurun dan berisiko tidak memenuhi baku mutu lingkungan. Oleh karena itu, penyedotan atau pengurasan lumpur IPAL secara berkala menjadi hal yang wajib dilakukan sebagai bagian dari operasional dan pemeliharaan (O&M) sistem pengolahan air limbah. Lalu, kapan sebenarnya IPAL harus dikuras? Mari simak panduannya.

Seberapa Sering IPAL Harus Dikuras?

Tidak ada satu angka pasti untuk semua sistem, karena frekuensi pengurasan IPAL bergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Kapasitas desain IPAL (berapa kubik air limbah per hari yang diolah)

  • Jumlah pengguna atau volume limbah yang masuk

  • Jenis limbah (domestik, restoran, industri, rumah sakit, dan lain-lain)

  • Kinerja sistem biologis di dalam reaktor

  • Ukuran dan desain bak pengendapan

Namun, secara umum, penyedotan lumpur IPAL direkomendasikan setiap 6–12 bulan sekali untuk skala rumah tangga atau komersial kecil, dan setiap 3–6 bulan sekali untuk sistem berkapasitas besar atau industri.

Indikator IPAL Harus Segera Dikuras

Selain mengikuti jadwal, penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda berikut. Jika salah satu muncul, IPAL wajib segera dikuras meskipun belum mencapai waktu rutinnya.

  • Lumpur pada bak pengendapan mencapai 30-50% dari total volume bak.
  • Bau tidak sedap muncul di area IPAL akibat gas hasil pembusukan lumpur.
  • Efluen berubah warna menjadi lebih keruh atau pekat.
  • Hasil uji laboratorium menunjukkan kenaikan TSS, BOD, dan COD.
  • Aliran masuk dan keluar melambat, menandakan adanya penyumbatan.
  • Unit aerasi tidak bekerja optimal karena lumpur menumpuk di dasar.

Melakukan pemeriksaan visual dan pengukuran sludge level rutin sangat membantu dalam menentukan kapan pengurasan harus dilakukan.

Bagaimana Cara Menentukan Waktu Ideal Pengurasan IPAL

Pengurasan IPAL bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi kewajiban lingkungan yang harus dipenuhi oleh setiap pengelola fasilitas. Lalu kapan waktu ideal untuk pengurasan/penyedotan lumpur IPAL? Berikut langkah praktis yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kapan IPAL harus disedot:

  1. Gunakan Logbook Operasional IPAL
    Catat setiap kegiatan O&M, termasuk tanggal pengurasan terakhir, jumlah lumpur yang dibuang, dan hasil monitoring kualitas efluen. Logbook membantu menentukan pola kebutuhan pengurasan yang sesuai karatersiktik limbah. Dengan catatan ini, Anda bisa menentukan pola waktu ideal sesuai kondisi lapangan.

  2. Lakukan Pengukuran Sludge Secara Rutin
    Cek tinggi lumpur di bak pengendapan (sludge level) menggunakan sludge judge atau stik ukur. Bila sudah mencapai ambang batas (umumnya 30% atau 1/3 tinggi bak), jadwalkan pengurasan.

  3. Monitoring Hasil Uji Laboratorium
    Peningkatan COD, BOD, TSS, minyak-lemak, atau ammonia, menunjukkan sistem mulai tidak stabil, seringkali karena tingginya sludge.

  4. Konsultasi atau Gunakan jasa operator berpengalaman.
    Operator IPAL profesional biasanya memiliki jadwal rutin inspeksi dan dapat menentukan frekuensi ideal pengurasan berdasarkan karakter limbah.

Tips Agar IPAL Tetap Stabil dan Tidak Cepat Penuh

  • Optimalkan proses biologis dengan memastikan aerator, blower, dan kompresor bekerja stabil.
  • Hindari pembuangan limbah berbahaya (solvent, oli, kimia keras) ke dalam IPAL karena dapat membunuh bakteri pengurai.
  • Lakukan perawatan rutin pompa dan pipa untuk mencegah penyumbatan.
  • Gunakan jasa pengurasan berizin resmi, agar lumpur dibuang ke IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) sesuai peraturan.

Perawatan yang konsisten akan membantu IPAL bekerja efisien, memenuhi baku mutu, dan mengurangi biaya perbaikan besar di kemudian hari.

Pengurasan IPAL adalah bagian penting dari sistem pengelolaan air limbah yang tidak boleh diabaikan. Secara umum, IPAL perlu dikuras antara 3–12 bulan sekali, tergantung kapasitas, jenis limbah, dan intensitas aktivitas produksi. Pemantauan rutin, logbook operasional, dan pemeriksaan kualitas efluen menjadi kunci dalam menentukan waktu pengurasan yang tepat. Dengan pengurasan yang terjadwal dan perawatan IPAL yang baik, perusahaan dapat menjaga kepatuhan terhadap peraturan lingkungan, meningkatkan efisiensi pengolahan, dan mencegah risiko pencemaran.

Anda dapat menghubungi tim kami jika ada kendala atau kesulitan dalam perawatan IPAL. Kami akan menyediakan layanan untuk memenuhi dan menyelesaikan permasalahan O&M yang Anda hadapi. Pastikan IPAL Anda terawat dan tidak mengganggu usaha Anda.