Hindari 5 Kesalahan Fatal dalam Perawatan IPAL yang Membuat Biaya Operasional Melonjak


Author avatar
FNR
Hindari 5 Kesalahan Fatal dalam Perawatan IPAL yang Membuat Biaya Operasional Melonjak

Tags:

ipal
perawatan opal
stp
air limbah
air limbah domestik
biologis

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sistem vital bagi berbagai sektor industri dan komersial. Peran utamanya adalah mengolah limbah cair agar tidak mencemari lingkungan dan sesuai dengan regulasi standar baku mutu air yang berlaku. Sayangnya, masih banyak pelaku industri yang kurang memperhatikan aspek perawatan IPAL secara menyeluruh. Alhasil, bukan hanya sistem IPAL yang rusak, tapi biaya operasional pun ikut melonjak drastis.

Berikut ini adalah 5 kesalahan fatal dalam perawatan IPAL yang wajib Anda hindari demi menjaga efisiensi dan umur panjang sistem IPAL Anda.

1. Mengabaikan Jadwal Pemeliharaan Rutin

Banyak pengguna IPAL hanya melakukan perawatan ketika sistem sudah bermasalah atau berhenti beroperasi. Padahal, pemeliharaan rutin seperti pembersihan tangki, pengecekan pompa, dan kalibrasi sensor harus dilakukan secara berkala. Tanpa jadwal pemeliharaan yang teratur, kerusakan kecil bisa berkembang menjadi masalah besar yang memerlukan biaya perbaikan mahal.

2. Tidak Memantau Kinerja Biologis Secara Konsisten

IPAL berbasis biologis sangat bergantung pada aktivitas mikroorganisme untuk mengurai limbah. Ketika bakteri tidak dalam kondisi ideal (karena pH tidak seimbang, kekurangan nutrisi, atau suhu terlalu ekstrem), maka proses pengolahan limbah bisa terganggu.

Sayangnya, banyak operator yang tidak rutin melakukan pengecekan kualitas lumpur aktif atau parameter biologis lainnya. Ini bisa menyebabkan IPAL gagal memenuhi standar lingkungan dan dikenai sanksi.

3. Menggunakan Bahan Kimia Tanpa Konsultasi Ahli

Beberapa pelaku industri menambahkan bahan kimia ke dalam sistem IPAL tanpa pemahaman yang cukup. Padahal, penggunaan koagulan, flokulan, atau disinfektan yang tidak sesuai dosis dapat merusak ekosistem mikroba dalam IPAL dan mempercepat kerusakan peralatan.

4. Mengabaikan Pelatihan Operator IPAL

Sistem IPAL modern bukan lagi sistem yang bisa dijalankan tanpa keahlian. Diperlukan operator yang memahami SOP, troubleshooting dasar, hingga teknik optimasi sistem. Tanpa pelatihan yang memadai, operator berpotensi membuat kesalahan fatal yang merugikan secara teknis dan finansial.

5. Tidak Menggunakan Jasa Konsultan Profesional

Kesalahan umum lainnya adalah tidak melibatkan tenaga ahli sejak awal pembangunan atau perawatan IPAL. Padahal, jasa konsultan atau tim teknis profesional bisa membantu mengidentifikasi masalah sejak dini, melakukan audit sistem, dan merekomendasikan solusi hemat biaya.

IPAL bukan sekadar kebutuhan legal, tapi juga investasi jangka panjang. Perawatan yang abai bisa berdampak langsung pada operasional dan reputasi bisnis Anda. Dengan menghindari lima kesalahan fatal di atas, Anda bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

Ingin tahu bagaimana cara menghemat biaya perawatan IPAL secara signifikan? Hubungi tim ahli kami sekarang juga untuk konsultasi GRATIS!